Kamis, 23 Juni 2011

Tips Aman Memakai High Heels

SEPATU diciptakan untuk menjadi alas sebagai   pelindung kaki yang sebenarnya bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada pemakainya ketika berjalan dan melindungi kaki dari sesuatu yang mungkin dapat melukai kaki itu snediri. Namun, model sepatu yang terus berkembang dari waktu ke waktu mengikuti selera pasar justru membuat pemakainya sendiri merasa kian sengsara. 

Perancang ataupun produsen sepatu kini kian berlomba-lomba untuk menciptakan model sepatu semenarik mungkin agar konsumen tertarik dengan modelnya saja tanpa memperhatikan kenyamanan dan resiko terburuk yang mungkin dapat ditimbulkan dari sapatu itu sendiri, seperti cedera kaki.

Dulu sepatu dibuat dengan ukuran hak atau heel yang lebar dengan maksud untuk memberikan kekuatan tumpuan yang kuat dan pijakan yang luas pada bagian tumit. Namun, kini ukuran hak sepatu dibuat semakin tinggi menjulang agar terkesan lebih elegan tganpa mempertimbangkan kenyamanan pengguna dan kesehatan. Sebagian besar wanita akan merasa lebih percaya diri dengan menggunakan sepatu berhak tinggi, karena semakin tinggi hak sepatu yang dipakai, maka semakin bertambah pula tingkat kepercayaan diri mereka. ''Kami para ahli penyakit kaki suka menyebutnya sebagai shoe-icide,'' kata Hillary Brenner, DPM, juru bicara American Podiatric Medical Association. Menurutnya, sepatu dengan hak supertinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari pergelangan kaki keseleo sampai rasa sakit kronis. 

High Heels Penyebab Kalainan Bentuk Tulang
Hak sepatu dengan ketinggian yang super tinggi maupun sedang, seringkali menjadi penyebab rasa sakit di bagian belakang tumit. Jika bahan baku sepatu atau material yang digunakan kaku, menekan kelainan bentuk tulang berupa tonjolan pada tumit maka akan mudah melukai dan membuat kaki menjadi lecet, bengkak, radang kandung lendir, sampai rasa sakit pada tendon achilles. Es batu, orthotic, dan memberikan bantalan pada tumit dipercaya bisa membantu meredam rasa nyeri akibat tekanan pada bagian tumit. 

Posisi Kaki Menjadi Tidak Normal
Hak sepatu yang super tinggi memaksa kaki berada dalam posisi (seperti kaki penari ballet yang berjingkit) memberi tekanan yang kuat pada bola kaki. Pada saat bersamaan, tulang metatarsal panjang bertemu dengan tulang sesamoid yang berbentuk kacang polong, dan tulang jari kaki (ruas). Terlalu banyak dan kuatnya tekanan pada tulang sendi dapat merangsang tulang-tulang atau saraf yang mengelilinginya dan bahkan dapat menyebabkan tulang menjadi retak.

High Heels Penyebab Kaki Terkilir
Semua sepatu yang berhak tinggi atau high heels dapat meningkatkan resiko terjadinya keseleo pada pergelangan kaki. Masalah yang paling umum terjadi adalah keseleo lateral, yaitu keseleo yang terjadi ketika kaki tertekuk ke arah luar. Insiden ini dapat meregangkan ligamen pergelangan kaki di luar panjang yang normal. Keseleo yang parah bahkan dapat merobek ligamen. Pergelangan kaki yang terkilir tidak boleh digerakkan dan memerlukan terapi fisik untuk penyembuhan secara menyeluruh. Resiko mengembangkan osteoartritis juga meningkat seiring dengan keseleo parah atau fraktur pergelangan kaki.
 

Tips
Bagi Anda yang ingin tetap mengenakan high heels, lebih baik kenakanlah sepatu dengan ukuran hak lebih rendah untuk membantu menghindari masalah dengan tulang metatarsal. Semakin rendah hak sepatu yang Anda pakai, semakin alami posisi kaki Anda. Brenner menyarankan, untuk memilih sepatu dengan ukuran hak tidak lebih dari 5 cm.


Selain itu, pilihlah sepatu dengan hak tebal yang memiliki luas permukaan lebih banyak, sehingga mampu mendistribusikan berat badan Anda secara lebih merata. Hal ini membuat kaki lebih stabil dibandingkan saat mengenakan stiletto atau spindle heels. Sepatu berhak tinggi tebal masih dapat menempatkan tekanan pada bola kaki. Namun, sepatu model ini mampu mengurangi bahaya tersandung dengan meminimalisasi kemungkinan pemakainya terhuyung-huyung.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/read/2011/05/27/5635/4/Solusi-Aman-Memakai-Sepatu-Hak-Tinggi

0 komentar:

Posting Komentar